20 September 2021

KWARRAN KUTASARI

Portal Informasi Pramuka Kutasari

1 Agustus Memperingati World Scout Day Bukan World Scout Scarf Day. Ini Penjelasannya

2 min read
Waka Kwarnas / Ketua Komisi Humas dan Informatika, Kak Berthold DH Sinaulan

Waka Kwarnas / Ketua Komisi Humas dan Informatika, Kak Berthold DH Sinaulan

1 Agustus merupakan hari penting dan diperingati secara khusus oleh Pramuka/Pandu di seluruh dunia yang saat ini jumlahnya sekitar 54 juta orang.

Ada yang menamakan peringatan ini sebagai Scout Scarf Day dan ada juga yang menamakan sebagai World Scout Scarf Day. Benarkah?

Lalu kenapa ada yang menuliskannya Scout Scarf Day atau World Scout Scarf Day? Jelas ini sebenarnya salah kaprah, hanya mengacu pada ciri khas seorang Pramuka/Pandu.

“Scarf atau setangah leher memang ciri khas seragam seorang Pramuka/Pandu, tetapi intinya bukan itu. Peringatan 1 Agustus adalah peringatan tentang scout bukan sekadar tentang scarf,” tutur Waka Kwarnas / Ketua Komisi Humas dan Informatika, Kak Berthold DH Sinaulan seperti dikutip kutasari.pramukapurbalingga.id dari laman kwarcabpurbalingga.or.id , Minggu (1 Agustus 2021)

Kak Berthold mengaku tidak mengetahui, siapa yang memulai, sebenarnya sebutan itu yang salah kaprah. Seolah-olah yang diperingati adalah scarf atau padanan katanya neckerchief, yang dalam Bahasa Indonesia sering disebut “kacu”, “setangan leher”, atau “hasduk”.

“Padahal tidak demikian sebenarnya. Tanggal 1 Agustus diperingati dengan mengacu kepada peristiwa bersejarah pada 1 Agustus 1907. Pada saat itu, Baden-Powell yang kelak diberi gelar Lord dan dijuluki Bapak Pramuka/Pandu Sedunia, memulai suatu perkemahan di Pulau Brownsea, dekat London, Inggris,” ungkapnya.

Di sana lanjutnya, Baden-Powell atau sering disingkat B-P (Bipi) mengajak sekitar 20 anak dan remaja dari London, untuk berkemah dan berkegiatan di alam terbuka. Termasuk pada malam harinya berkumpul mengelilingi api unggun, sambil bernyanyi dan bercerita hal-hal menarik.

Inilah awal dari lahirnya gerakan kepramukaan sedunia atau world scouting movement. Dari perkemahan itu, B-P kemudian menyusun tulisan berseri dengan judul Scouting for Boys. Tulisan yang tadinya terdiri dari 6 seri terpisah, kemudian dijadikan dalam satu buku. Isinya adalah kisah-kisah dan panduan untuk hidup di alam terbuka, mengenal ciptaan Tuhan YME, dan berusaha menjadikan diri sehat baik jasmani maupun rohani.

“Maka 1 Agustus adalah untuk memperingati World Scout Day atau Hari Pramuka/Pandu Sedunia. Ini melengkapi tanggal 22 Februari yang diperingati sebagai Hari Baden-Powell, mengacu pada tanggal lahir B-P. Kalau 22 Februari untuk mengingat ketokohan pendiri gerakan kepramukaan/kepanduan,” pungkasnya

 

Artikel dengan judul 1 Agustus adalah Peringatan “Scout”, Bukan “Scarf” ini telah tayang di https://www.pramuka.id/berita-terkini/1-agustus-adalah-peringatan-scout-bukan-scarf/  dan di Kompasiana.com dengan judul 1 Agustus, Peringatan “Scout” Bukan “Scarf”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *